Watake Raden Gatotkaca

admin 2

0 Comment

Link

Watake Raden Gatotkaca – Suryakacha dan Jayasumpena merupakan tokoh wayang kulit yang muncul setelah Baratayuda. Keduanya adalah anak Gatotkaca, cucu Verkudara. Jayasumpena dan Sumpena mempunyai ayah yang sama namun ibu yang berbeda. Kedua tokoh ini merupakan keturunan Gatotkaca dan sangat sakti.

Suryakacha adalah anak dari Gatotkaca dan Devi Suryavati. Devi Suryavati adalah putri Batara Suraya atau menurut ada pula yang merupakan putri Ratu Radheya dari negara bagian Petapralaya.

Watake Raden Gatotkaca

Suryakacha, seperti ayahnya, memiliki karakter pemberani, disiplin, tegas, tangguh dan ceria, melindungi yang lemah. Selain sihir, dia bisa terbang ke luar angkasa. Setelah berakhirnya perang antara Bharatayuda dan Parikesit, Suryakacha menggantikan kakeknya Prabu Karimataya/Prabha Yudhistira sebagai senapati negara bagian Astina.

Tolong Ya Kakak Plisss

Jayasumpena adalah putra dari Ghatotkacha, raja negeri Pringgandani dan Devi Sumpani, putri Prabu Saravissa dari negeri Selarenka. Devi Sumpani adalah wanita kuat yang menaklukkan Aji Narantaka. Setelah Ghatotkacha menguasai Aji Narantaka di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan Devi Sumpani yang menyatakan keinginannya untuk menikahinya. Gatotkaca menjawab: jika mendapat pukulan Aja Narantaka, maka dia siap menikah dengan wanita cantik tersebut. Tampaknya Devi Sumpani mampu menaklukkan Aji Narantaka. Sesuai janjinya, Gatotkaca menikah dengan Devi Sumpani.

Dia mirip ayahnya, Gatotkaca. Selain itu sifat, kesetiaan, keberanian dan keberaniannya juga tidak ada bedanya dengan Gatotkaca: ia gagah berani, tak kenal takut, tabah, tabah, cerdas, sigap, cerdas, cerdik dan cakap, tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi. Bedanya, Jayasupena tidak bisa terbang. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dan kembalinya tanah Ostina di bawah kekuasaan negeri Pandawa, Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima militer tanah Ostina pada masa pemerintahan Prabu Parikeshit.

Di Banyumasa Ki Sugino Siswokarito pernah merilis lakon “Aji Candravirayang”. Kedua tokoh Suryakacha dan Yayasumpena ini tampil dalam lakon tersebut, namun dalam sanget yang berbeda. Jayasumpena adalah putra Dewi Angganavati, putri Begawan Horus Angganadeva dari gurun Glaga Arum. Dan wayang wayang yang digunakan bukanlah tokoh ikhlas, melainkan sebagai Bambangan. Suryakacha konon muncul di Ostina untuk mencari ayahnya, setelah itu Durn menipu putra-putra Pandawa dengan bantuan Aja Supita Gunting. Sementara itu, Jayasumpena pun mencari ayahnya dan bersama Aji Chandraveerayanga bertemu dengan putra-putra Pandawa dan menolong mereka.

BACA JUGA  Alasan Menawar Harga Sewa Gedung Untuk Kegiatan Osis

Ibunya adalah seorang putri agung bernama Devi Arimbi yang bukan sekedar penghuni hutan biasa, melainkan putri Raja Tremboko dari kerajaan Pringgadani, negeri orang Rakshasa.

Naskah Gatotkaca Winisudha

Kelahiran Gatotkaca diceritakan berbeda dalam Wayang Jawa. Nama masa kecilnya adalah Jabang Tetuka. Jalur minyak tidak dapat diputus bahkan dengan penggunaan senjata apa pun dalam waktu satu tahun.

Arjuna (adik Bhimasena) melakukan meditasi untuk mencari petunjuk dari para dewa untuk membantu nasib keponakannya. Namun, di saat yang sama, Karna, panglima Kerajaan Hastin, juga berpikir untuk mencari senjata keluarga tersebut.

Karena wajah mereka mirip satu sama lain, Batara Narada sebagai wakil kahyangan memberikan senjata Kontavijaya kepada Karna dan bukan kepada Arjuna. Menyadari kesalahannya, Narada bertemu dengan Arjuna yang sebenarnya. Arjuna kemudian mengikuti Karna untuk mematahkan senjata Konta.

Perang dimulai. Karna berhasil melarikan diri dengan membawa senjata Konta, sedangkan Arjuna hanya mampu mengambil amplop yang didalamnya dibungkus pusaka keluarga. Namun alas keluarga Konta terbuat dari kayu Mastaba yang ternyata bisa digunakan untuk memotong pusar Tetuka.

Ilustrasi Stok Wayang Puppet Shadow Raden Antareja 2144297815

Namun keajaiban terjadi. Pohon Mastaba berakar di dalam rahim Tetuka dan memberikan kekuatan, Kresna yang menyaksikan peristiwa tersebut percaya bahwa pengaruh pohon Mastaba akan menambah kekuatan anak Tetuka. Namun ia juga meramalkan bahwa suatu saat Tetuka akan mati di tangan pemilik senjata Konta.

Atas kehendak para dewa, bayi Gatotkaca dimasak seperti bawang dan diberkahi dengan segala kesaktian; Oleh karena itu, Raden Gatotkaca mempunyai akar kawat, tulang besi, darah dan darah, dia dapat terbang di awan dan duduk di awan salib. Kecepatan Gatotkaca terbang bagaikan guntur dan kilat di antara awan.

BACA JUGA  Cara Tidur Orang Vertigo

Narada kemudian meminjam Tetuka untuk membawanya ke kayangan, yang kemudian diserang oleh musuh Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket. Raja Kalaprakona mengutusnya untuk menikah dengan bidadari bernama Batari Suprabha. Anak Tetuki berperan sebagai antagonis Sekipu. Ironisnya, semakin banyak Tetuka terbunuh, maka ia pun semakin kuat.

Karena malu, Sekipu Tetuka kembali ke Narada hanya untuk segera ditangkap. Narada kemudian melemparkan jenazah Tetuka ke kawah Chandradimuka di Gunung Jamurdipa. Kemudian para dewa melemparkan berbagai senjata keluarga tersebut ke dalam kawah. Beberapa saat kemudian, Tetuka menjadi pria dewasa. Segala jenis artefak ilahi bertabrakan dan menjadi satu di dalamnya.

Sebutna Kabeh Paraga Wayang Ing Crita Gathutkaca Gugur Lan Watake!

Kemudian Tetuka bertarung dengan Sekipu dan berhasil membunuh belenggunya dengan rantainya.Kemudian Kresna dan para Pandawa datang ke kayangan. Krishna kemudian memotong cincin Tetuka dan menyuruhnya berhenti menggunakan ciri-ciri raksasa.

Batara Gururaj Tetuka yang dikaruniai Surga yang kemudian diberi nama Ghatotkacha, seperangkat pakaian keluarga yaitu Tanjung Basunanda, Kotang Antrakusuma dan Terompa Padakacharma. Ghatotkacha mampu terbang secepat kilat menuju Kerajaan Trabelasuket dan Kalaprakona dengan pakaian keluarga tersebut.

Sebagaimana sejarah mengatakan, Raden Gatotkaca adalah seorang kesatria yang tidak pernah mengenakan pakaian namun berhati-hati menghindari wanita. Namun setelah Ghatotkacha melihat putri Raden Arjuna Dewi Pregiva bersama Raden Angkavijaya, Raden Ghatotkacha pun jatuh cinta saat melihat sang putri mengenakan pakaian yang indah. Perubahan tingkah laku Raden Ghatotkacha ini dengan senang hati diperhatikan oleh ibunya (Devi Arimbi) dan dia pun mengabulkan semua keinginan Raden Ghatotkacha. Ghatotkacha kemudian menikah dengan sepupunya Pregiva, putri Arjuna.

Seorang putra bernama Sashikirana lahir dari pernikahan Ghatotkacha dan Pregiva. Ia menjadi panglima militer Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Parikeshit, putra Abimanyu atau cucu Arjuna.

BACA JUGA  Kemampuan Seseorang Melakukan Kerja Dalam Waktu Yang Relatif Lama Dinamakan

Watake Kala Bendanatolong Bantu Ya​

Selain Pregiva, Ghatotkacha memiliki dua istri lainnya – Suryavati dan Sumpanivati. Dari kedua Suryakacha dan Jayasumpena lahir masing-masing.

Arimba sendiri akhirnya tewas di tangan Bhimasena saat Pandawa mendirikan kerajaan Amarta. Kemudian tahta Pringgadani diambil alih oleh Arimbi yang menikah dengan Bima. Diputuskan bahwa ketika putra mereka besar nanti, takhta akan diberikan kepada putra mereka.

Arimbi mempunyai lima orang adik laki-laki bernama Vrajadenta, Brajamusti, Brajalamadan, Brajavikalpa dan Kalabendana. Vrajadenta ditugaskan ke Kasatriana Glagahtinunu dan memberinya tempat tinggal. Rajam kerajaan Hastina meyakinkan Brajadenta bahwa tahta Pringgadani seharusnya menjadi milik Ghatotkacha dan bukan miliknya.

Berkat dorongan tersebut, Vrazdenta naik takhta dari Gatotkaca yang baru saja menjadi raja. Vrajamusti yang merupakan pendukung Ghatotkaka berperang melawan kakak laki-lakinya. Dua anak kembar raksasa mati bersama. Kemudian arwah keduanya masuk ke tangan kiri dan kanan Gatotkaca dan meningkatkan kemampuan alami cucunya.

Suryakaca Dan Jayasumpena

Dalam pertarungan, kekuatannya mampu mematahkan leher. musuhnya akan memanfaatkannya pada saat yang menentukan. Gatotkaca diangkat menjadi raja di Pringgadani dan diberi gelar kebangsawanan di Pringgadani karena pemerintahan negara tersebut diperintah oleh generasi perempuan.

Dalam pertempuran tersebut, Baratayudha Ghatotkacha terbunuh oleh senjata Kunta di Ghatotkacha. Saat Gatotkaca menghilang di balik awan. Gatotkaca jatuh dari langit dan menimpa kereta Karna hingga hancur total.

Gatotkaca pragmatic, gatotkaca mahabharata, gatotkaca 138, raden gatotkaca satria ing, komik gatotkaca, kostum gatotkaca, gatotkaca wayang, gatotkaca 168, jamu gatotkaca, gatotkaca 88, gatotkaca, raden gatotkaca

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment