Apa Saja Sifat Makna Pada Estetika Postmodernisme

administrator

0 Comment

Link

Apa Saja Sifat Makna Pada Estetika Postmodernisme – Secara etimologi pascakolonial berasal dari kata “post” dan “kolonial”, sedangkan kata kolonial sendiri berasal dari akar kata Romawi “colonia” yang berarti lahan pertanian atau pemukiman. Oleh karena itu, secara etimologis, kolonial tidak berarti penjajahan, penguasaan, penaklukan, dan arti eksploitasi lainnya.

Postkolonialisme adalah pendekatan poststrukturalis yang diterapkan pada subjek tertentu. Namun pendekatan postkolonial sekaligus merupakan respon dan cerminan “kekecewaan” para kritikus Dunia Ketiga terhadap teori pot-struktural, khususnya yang dikembangkan oleh Derrida dan Barthes” (Budianta, 2004: 49). percaya bahwa wacana kolonial dibenarkan melalui oposisi yang kaku seperti kedewasaan/ketidakdewasaan, beradab/barbar, maju/berkembang, progresif/primitif’ (Gandhi, 2001: 44).

Apa Saja Sifat Makna Pada Estetika Postmodernisme

4 Empat alasan mengapa karya sastra dianggap cocok untuk dianalisis melalui teori pascakolonial adalah: Sebagai fenomena budaya, sastra mewakili suatu sistem komunikasi antara pengirim dan penerima, masa lalu dan masa kini sebagai perantara antara. Karya sastra menghadirkan berbagai persoalan hidup, emosionalitas dan intelektualisme, fiksi dan realita, karya sastra adalah masyarakat itu sendiri. Sebuah karya sastra tidak terikat oleh tempat dan waktu, ekspresinya yang terpenting adalah kontemporer. Berbagai masalah digambarkan secara simbolis, disembunyikan, sehingga tujuan sebenarnya tidak terlihat. Di sinilah agres oriental ditanam, di sinilah analisis fragmentasi pascakolonial dilakukan.

Estetika Posmodern Cerpen Sepotong Senja

Anti-esensialisme (bahwa sastra bukanlah teks yang statis dan permanen, melainkan hasil konstruksi realitas di luarnya). Anti determinisme (bahwa sastra bukanlah teks pasif, yang dibangun secara terus-menerus dan tepat oleh struktur, tetapi juga membentuk dan menciptakan struktur baru). Anti-universalis (bahwa sastra bukanlah teks yang dapat diterapkan secara universal, tetapi muncul dari interaksi budaya lokal dan spesifiknya sendiri). Kajian pascakolonial bukanlah kajian yang memusatkan perhatian pada aspek formal dan struktural karya sastra, melainkan kajian yang berupaya membaca dimensi-dimensi penting karya sastra dalam kaitannya dengan kekuasaan (yang dipahami secara luas dan berkesinambungan). ) dalam teks, sastra, dan struktur sosial yang membentuknya. Dalam kajian pascakolonial, kekuasaan adalah hubungan kekuasaan akibat kolonialisme dan penjajahan, hubungan kekuasaan akibat kapitalisasi.

6 Edward Said (1935) Pada tahun 1978, Edward Said menerbitkan bukunya Orientalisme. Buku tersebut menimbulkan kemarahan sekaligus penambah ilmu pengetahuan di berbagai disiplin ilmu seperti kajian budaya, kajian wilayah, dan khususnya kajian ilmiah yang di kalangan akademisi dikenal dengan istilah analisis wacana kolonial. Pemikiran Edward Said sangat luas, berkaitan dengan konteks budaya lokal yang berbeda, sehingga disebut juga ‘teori perjalanan’. Bukunya yang berjudul Kekuasaan dan Kebudayaan: Wawancara dengan Edward Said merupakan perpanjangan dari buku Orientalisme dengan wawancaranya.

BACA JUGA  Contoh Pekerjaan Wiraswasta

7 Homi Bhabha Bhabha berpendapat bahwa interaksi antara penjajah dan terjajah mengarah pada peleburan norma-norma budaya yang menegaskan kekuasaan kolonial tetapi juga mengancam stabilitas. Ini dimungkinkan karena identitas penjajah pada dasarnya tidak stabil, berada di negara asing yang berbeda.

8 G C Spivak (1942) Spivak menggariskan teori postkolonial feminis pertama. Dia mengkritik feminisme Barat karena berfokus secara eksklusif pada masalah heteroseksual kelas menengah kulit putih. Ia juga tertarik pada peran kelas sosial dan berfokus pada apa yang dikenal dalam studi pascakolonial sebagai “subaltern”, sebuah istilah yang awalnya digunakan untuk merujuk pada orang-orang dengan pangkat atau status lebih rendah.

Arsitektur Postmodern Pdf

10 Berdasarkan asal kata postmodernisme, postmodernisme berasal dari bahasa Inggris yang berarti paham (isme), dibuat setelah (post) modern. Ekspresi tersebut pertama kali muncul dalam seni Federico de Onís pada tahun 1930-an untuk mencerminkan reaksi terhadap modernisme. Kemudian di bidang sejarah, Toyn Bee dalam bukunya Study of History, setelah itu mengembangkannya di bidang lain dan mengkritik modernisme di bidangnya sendiri.

11 Postmodernisme Menurut Lyotard, postmodernisme adalah kritik terhadap masyarakat modern dan kegagalan modernisme untuk memenuhi janji-janjinya. Postmodernisme berkembang setelah era modern dengan postmodernismenya. Postmodernisme tidak memahami teori apa pun, tetapi nilai-nilai teori yang tersebar dan sulit ditemukan titik temunya.

Munculnya pemberontakan kritis terhadap proyek modernitas; hilangnya keyakinan agama transendental (metanarasi); dan menerima pandangan pluralistik tentang relativisme kebenaran. Ledakan industri media, sehingga memperluas sistem sensorik, organ, dan saraf kita, yang pada gilirannya menciutkan dunia. Selain itu, kekuatan media telah menjelma menjadi “agama” atau “tuhan” sekuler, dalam arti bahwa perilaku masyarakat tidak lagi ditentukan oleh agama tradisional, melainkan dikontrol secara anonim oleh media seperti televisi.Is. Program. Bangkitnya fundamentalisme etnis dan agama. Fenomena tersebut seharusnya muncul sebagai respon atau alternatif ketika masyarakat meragukan kebenaran ilmu pengetahuan, teknologi, dan filsafat yang seharusnya tidak memenuhi janjinya untuk memerdekakan masyarakat.

13 Munculnya kecenderungan baru pencarian identitas dan nilai serta keterikatan pada rasionalisme masa lalu. Penguatan kawasan perkotaan (urban) sebagai pusat budaya dan kawasan pedesaan sebagai kawasan pinggiran kota. Pola ini juga berlaku pada penguatan dominasi negara maju atas negara berkembang. Seperti di negara maju sebuah “titik pusat” yang menentukan pergerakan di “lingkaran pinggiran”. Peluang yang lebih terbuka bagi kelas atau kelompok sosial untuk menyatakan pendapat dengan lebih bebas. Dengan kata lain, era postmodernisme berkontribusi pada proses demokratisasi.

BACA JUGA  Federasi Tenis Meja International Terkenal Dengan Nama ....

Jual Buku Pengantar Filsafat

14 Masa postmodernisme juga ditandai dengan berkembangnya liberalisme dan munculnya kecenderungan mencampuradukkan gambaran dari berbagai wacana, penggalan realitas, sehingga sulit ditempatkan secara tegas pada suatu kelompok budaya tertentu. Bahasa yang digunakan dalam wacana postmodernis seringkali memberikan kesan ambigu dan inkonsistensi, sehingga apa yang disebut “era postmodernis” banyak mengandung kontradiksi.

Parodi adalah jenis sastra populer postmodernis di mana penulis menumbangkan gagasan sastra tradisional. Teater merupakan bentuk penolakan terhadap postmodernisme modern. Orang modern melihat karya seni sebagai karya yang tidak terikat oleh waktu dan gagasannya tidak dibatasi oleh waktu. Beberapa seniman teater percaya bahwa postmodernisme menghambat kebebasan dalam skrip atau teks resmi mereka. Untuk beberapa aktor, pemain atau aktor menjadi nyaman dan cukup unik untuk menulis naskah atau teks untuk setiap rilis. Salah satu kajiannya dalam postmodernisme adalah Knowledge and Power.

Pertama, budaya postmodern adalah budaya uang, budaya kotor. Uang memainkan peran yang sangat penting dalam masyarakat postmodern. Berbeda dengan masa lalu, peran dan makna uang dalam budaya postmodern tidak hanya sekedar sebagai alat tukar, namun lebih dari itu merupakan simbol, tanda dan objek utama kelangsungan budaya.

17 Kedua, budaya postmodern lebih memilih yang ditandai daripada yang ditandakan, media lebih memilih pesan, imajinasi lebih memilih realitas, sistem tanda daripada sistem benda. objek), serta estetika daripada etika.

Postmodern & Design

18 Ketiga, kebudayaan postmodern adalah dunia peniruan, dunia yang dibangun dengan susunan tanda, gambaran, dan realitas melalui produksi dan reproduksi yang tumpang tindih dan saling menguntungkan.

19 Keempat, sebagai konsekuensi logis dari sifat imitasi, budaya postmodern bercirikan hiperrealitas, yaitu gambaran dan realitas berbenturan dalam satu ruang kesadaran, kemudian dari pseudoreal (gambaran) menuju realitas sebenarnya (fakta). dikalahkan oleh,

20 Kelima, budaya postmodern ditandai dengan ledakan budaya massa, budaya populer, dan budaya media. Kapitalisme maju, dengan pesatnya perkembangan teknologi, memberikan peran penting kepada pasar dan konsumen sebagai institusi kekuasaan baru yang menggantikan peran negara, militer, dan parlemen.

Jean Baudrillard (1929) Jean Baudrillard dikenal karena kritiknya terhadap teknologi modern dan media. Dia menolak untuk membedakan antara bentuk dan kebenaran apa pun di baliknya. Bagi mereka, perbedaan antara penanda dan petanda akhirnya menghilang. Dalam karyanya Jean-François Lyotard ( ) Discourses, Figures (1971) Lyotard membuat pembedaan yang menurutnya mengabaikan strukturalisme. Ia membedakan antara apa yang “dilihat” dan dipahami dalam tiga dimensi (“figur”) dan apa yang “dibaca”: teks dua dimensi. Menggemakan Foucault, dia berpendapat bahwa apa yang dianggap oleh para pemikir modern sebagai pemikiran rasional sebenarnya adalah bentuk kontrol dan dominasi. Bagi Lyotard, tingkat “kiasan”, yang tampaknya melibatkan sesuatu yang mirip dengan libido atau kemauan Freudian, memperoleh makna pemersatu dalam pengoperasian pikiran yang rasional. Penyelesaian dan Pemutusan.

BACA JUGA  Berikut Merupakan Sikap Yang Sesuai Dengan Nilai-nilai Luhur Pancasila Adalah

Marxisme Versus Postmodernisme

22 Kesimpulan Postmodernisme adalah pemahaman yang berasal dari gerakan seni dan budaya, termasuk sastra. Postmodernisme menantang mitos-mitos modern dan mengikis batas-batas antara seni dan kehidupan kontemporer, antara elit hierarki dan budaya populer, dan juga antara asosiasi gaya dan campur kode. Melalui pencapaian postmodern, ia mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, seperti keberadaan literatur cyber yang menjadi pemberitaan akhir-akhir ini. Karena kelahirannya dilatarbelakangi oleh pemahaman sastra dari sudut pandang modernitas yang sangat patuh pada beberapa aturan. Postmodernisme putus dengan sifat modernisme radikal dan membangun sistem yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan.

23 Postcolonia merupakan kajian yang mencerminkan masa kolonial, seperti interaksi antara penjajah, dalam hal ini Barat, dengan penduduk asli, seperti Timur (Timur). Dimana pada saat itu terjadi penguasaan dan penaklukan penuh terhadap pribumi dalam segala aspek fisik dan mental. Kondisi sosial budaya juga tidak bisa lepas dari hegemoni Barat. Dalam kajian pascakolonial, dominasi Barat terhadap negara-negara bekas jajahan menimbulkan pandangan bahwa masyarakat Barat merupakan suatu kesatuan yang ideal, sehingga standar kebenarannya didasarkan pada praktik-praktik Barat. Jadi dapat disimpulkan bahwa sekali suatu negara terbebas dari tangan penjajah, bukan berarti terbebas dari penjajahan atau kolonialisme secara konsep. Dalam hal ini, masyarakat Timur beroperasi dengan pandangan berorientasi ke Barat.

MBA Marietta Apa alasan fitur kedua dalam postmodernisme? Bu Rusmi Apakah Postmodernisme Antimodernisme? Ya. Hidayat Benarkah negara yang tidak dijajah bisa dipelajari dengan cara postkolonial? Dan apakah benar atau salah postkolonialisme tidak membahas tentang kolonialisme? Postmodernisme bukanlah pisau, atau hanya sebuah era?

Ke

Pdf) Menimbang Teori Teori Sosial Postmodern: Sejarah, Pemikiran, Kritik Dan Masa Depan Postmodernisme

Kitab kasyifatus saja makna pesantren, makna estetika, kasyifatus saja makna pesantren, vitamin d terdapat pada makanan apa saja, makna sifat 20, oli apa saja yang harus diganti pada mobil matic, makna sifat allah, kolagen terdapat pada makanan apa saja, faktor apa saja yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah, makna asma wa sifat, apa saja sifat dari stainless steel, makna kata sifat

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment