Foto Sukarni

admin 2

0 Comment

Link

Foto Sukarni – Jadi orang penting di balik kisah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah Sukarni Kartodiwirjo ini. Gambar: Erliana Riada

Kemerdekaan negara Indonesia merupakan masa yang penting dan banyak pahlawan nasional yang berdiri dibelakangnya. Salah satunya adalah Soekarni Kartodiwirjo atau Sukarni.

Foto Sukarni

Nama Sukarni disebut bersama nama pemuda lainnya saat membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah salah satu orang terpenting yang melahirkan teks Deklarasi dan menciptakan kebebasan.

Sabotase Kemerdekaan, Sejarah Sekitar Proklamasi Yang Terlupakan

Dikutip dari website Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), Sukarni lahir pada 14 Juli 1916 di Desa Sumberdiran, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara dari pasangan Kartodivirjo dan Supiya.

Ada alasan mengapa Kartodiwirjo menamai putranya Sukarni, karya Museum Naskah Proklamasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam bahasa Jawa, su artinya lebih dan karni artinya perhatian lebih.

Dengan begitu, orang tua Sukarni berharap anaknya bisa lebih memperhatikan masa depan dunia dan negaranya. Itu berada di bawah kendali pemerintah kolonial Belanda. Sebagai doa, terkabullah arti namanya.

Sebagai seorang anak, Sukarni dikirim ke sekolah di Mardisswo yang dikelola oleh tokoh nasionalis Muhammad Anwar. Sekolah ini mirip dengan Taman Siswa yang dibangun oleh Ki Hajar Dewantara.

Indonesian Maid In Singapore

Semasa kuliah, Sukarno dibimbing untuk memahami antikolonialisme Belanda dan mencari nasionalisme. Saat remaja, Sukarni memiliki jiwa nasionalis.

Ia kerap mengungkapkan kemarahannya kepada pemerintah kolonial Belanda. Sebuah peristiwa yang tercatat dalam sejarah adalah kehadirannya di sekolah menengah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Ia mengajak teman-temannya yang tinggal di Blitar untuk berperang bersama anak-anak keluarga Belanda.

Setelah dewasa, Sukarni aktif di organisasi kepemudaan dan mendirikan Persatuan Pemuda Kita. Bagian inilah yang menjadikan rumah tersebut sebagai pusat perkantoran sehingga dikenal dengan nama Rumah Garim. Aktivitas Sukarni menjadikannya salah satu cabang Blitar, organisasi pemuda Indonesia.

Indonesia Muda dikenal sebagai organisasi pemuda yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 1928 setelah Janji Pemuda. Organisasi ini merupakan penggabungan kelompok-kelompok daerah.

Biografi Ir Soekarno Dan Sukarni Kartodi 8

Sejak saat itu karir organisasi Sukarni terus berkembang hingga pada tahun 1936 ia menjadi Ketua Dewan Pengurus Indonesia Muda. Akibat aksinya tersebut, ia menjadi incaran Politke Enlichtingen Dienst (PID), badan intelijen politik Belanda, yang memaksanya bersembunyi di Banyuwangi. Hingga melintasi Kalimantan.

Pada tahun 1941, Sukarni ditangkap oleh PID di Balikpapan dan beberapa kali dipenjarakan. Ia akhirnya dipenjarakan di Penjara Garut, namun dibebaskan setelah pemerintah Hindia Belanda dikalahkan oleh pasukan Jepang.

BACA JUGA  Soal Dan Jawaban Ips

Setelah belajar jurnalistik di Bandung, Jawa Barat pada zaman Jepang, Sukarni bekerja sebagai reporter Dome (sekarang Antara News Service). Namun setelah sekian lama bekerja di sana, ia menikah dengan seorang perempuan Minang bernama Nusiar Makhmud pada tahun 1942 dan kembali aktif di organisasi tersebut.

Aktivis revolusioner Sukarni mengorganisir kader-kader muda untuk perjuangan kemerdekaan. Gedung Menteng 31 merupakan markas perjuangan pemuda, dan pada tahun 1943 ia menjadi kepala asrama. Pemuda Menteng 31 disebut-sebut sebagai kekuatan yang mengantarkan terciptanya kemerdekaan Indonesia.

Jual Buku Sukarni Kartodiwirjo Karya Emalia Iragiliati Sukarni Lukman

Menting 31 aktivis pemuda kerap mengundang para pemuda pejuang kemerdekaan seperti Ir.Soekarno, Dr. Muhammad Hatta dan Sutan Shahrir. Hingga akhirnya Pada awal tahun 1945, mereka membahas perkembangan Perang Besar di Asia Timur yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan Sekutu.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda termasuk Sukarni mendapat kabar menyerahnya pemerintah Jepang tanpa syarat. Laporan ini mendesak Sukarni dan para pemimpin muda Panitia Pelaksana Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yaitu Ir Soekarna dan Dr. Muhammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Namun, Sukarni dan para pemuda tidak terima dengan tekanan tersebut sehingga berujung pada apa yang disebut konflik sesepuh-pemuda. Perselisihan ini mendorong Sukarni dan kelompok pemuda Menteng 31 merencanakan penculikan Ir Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta.

Keduanya diculik dari rumahnya pada tahun 2011. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, bertepatan dengan dimulainya proses PPKI. Dengan bantuan komandan Keamanan Dalam Negeri (PETA) di Jakarta dan Purwakarta, penculikan tersebut berlangsung tanpa hambatan.

Harus Kamu Tahu

Pemuda Menteng 31 membawa keduanya ke Rengasdengklok yang merupakan wilayah komando Peta Purwakarta. Penculikan tersebut tidak sia-sia karena adanya kesepakatan antara Tuan Achad Soybardjo (kelompok lama) dan Wikana (kelompok muda) untuk mempersiapkan deklarasi kemerdekaan secepatnya.

Setelah perjanjian ini, Sukarno-Hatta kembali ke Jakarta, tiba pada tengah malam. Kedepannya, meski rencana Perpres tersebut tidak berjalan sesuai rencana, mereka akan tegas melaksanakan Perpres tersebut. Pasalnya otoritas tertinggi militer Jepang di Pulau Jawa tidak memberikan izin.

Mereka mengadakan pertemuan di Jalan Imam Bonjol I, rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, yang tidak dihadiri Maeda. Dalam pertemuan tersebut, Sukarni menyarankan agar hanya Soekarno dan Hata yang menandatangani teks deklarasi bangsa Indonesia. Menurutnya, Soekarno-Hatta dikenal sebagai pemimpin tertinggi negara Indonesia.

Hingga akhirnya, pengumuman tersebut berlangsung di halaman rumah Soekarno pada pagi hari. Berbeda dengan rencana awal yang digelar di Dataran Ikada (sekarang Kawasan Monumen Nasional atau Kawasan Monas) karena tidak mendapat izin dari gubernur militer Jepang, Mayjen Nishimura.

BACA JUGA  Contoh Produk Kerajinan Dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Sukarni: Sosok Pahlawan Di Era Pergerakan Hingga Proklamasi

Setelah kemerdekaan, Sukarni menjabat sebagai Menteri Negara dan Luar Negeri Front Buruh Indonesia. Setelah pemerintahan berpindah ke Yogyakarta, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Perjuangan (PP) yang dipimpin oleh Tan Malaka.

Tak hanya itu, Sukarni juga menjabat sebagai anggota badan kerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Pada pemilu 1955, Sukarni terpilih menjadi wakil Partai Murba.

Enam tahun kemudian, ia ditugaskan menjadi duta besar Indonesia di Beijing, Tiongkok, dan kembali ke tanah air tiga tahun kemudian. Pada tahun 1967 atau di bawah rezim baru, Presiden Soeharto mempercayainya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Tinggi.

Inilah jabatan pemerintahan terakhir Sukarni sebelum wafat pada 7 Mei 1971. Sukarni dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata bersama Bintang Jasa Mahaputra kelas empat. Pahlawan pertama adalah Burhanuddin Muhammad Diah atau biasa dikenal dengan BM. Zeus. Beliau lahir pada tanggal 7 April 1917 di Kutaraja dan merupakan seorang pahlawan sekaligus jurnalis dan diplomat Indonesia yang dipercaya oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 untuk menyebarkan kemerdekaan Indonesia ke seluruh pelosok Indonesia. B.M. Kemudian Dia dan kawan-kawan berhasil menyebarkan kabar baik tersebut, meski harus mendapatkan percetakan Jepang yang menerbitkan majalah Asia Raja Daily.

Foto Pernikahan Sukarni Dengan Nursiar Mahmud (1942)

Juga B.M. Dayah adalah pendiri surat kabar Merdeka dan menjadi pemimpin redaksi hingga akhir hayatnya. Karena perjuangan dan pengabdiannya, B.M. Diah menerima Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto dan Medali Tempur Kelas 45 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 45. Ia meninggal pada 10 Juni 1996 dalam usia 79 tahun.

Lalu ada srikandi kelahiran 11 Mei 1912 di Boyolali, Surastri Karma Trimurti atau lebih dikenal dengan S.K. Trin. Pahlawan Indonesia, jurnalis, penulis dan guru yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui sastra dan media. S.K. Trimurti adalah seorang guru sekolah dasar pada masa kolonial dan ditangkap Belanda karena menyebarkan pesan anti kolonial. Setelah dibebaskan, SK Trimurti terus mengkritik pemerintahan kolonial dan bekerja sebagai jurnalis.

Meski menggunakan nama samaran, S.K. Trimurti masih ditemukan dan direbut kembali pada masa penjajahan Jepang. Dalam mengkritisi pemerintahan kolonial yang terjadi di Indonesia, kegigihannya berhasil menyulut semangat perjuangan rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan! S.K. Trimurti meninggal pada tahun 2008 pada usia 96 tahun.

Tahukah Anda kalau Trimurti adalah istri Sayuti Melika? Ya, Sayuti Melik adalah orang yang berperan dalam peristiwa Rengasdengklok dan menjadi bagian dari PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Sayuti Melik juga menjadi mesin tik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA  Pernyataan Yang Sesuai Dengan Grafik Tersebut Adalah

Biografi Singkat Sukarni Wodha Xi Mipa 2

Pahlawan lain yang mungkin belum Anda kenal adalah Sutan Syahrir atau Sutan Shahrir. Ia lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 5 Maret 1909. Ia merupakan Perdana Menteri Indonesia pertama sekaligus pelopor dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1928, ia menjadi salah satu pendiri Pemuda Indonesia, penggerak organisasi Kongres Pemuda Indonesia yang mencanangkan Pakta Pemuda.

Selain itu, Sutan Syahrir mendirikan partai bernama Partai Nasional Indonesia (PNI Baru) pada tahun 1932 bersama Bung Hata dan menciptakan kader-kader dalam gerakan yang disebut radikal oleh polisi kolonial. Pada tahun 1934, Belanda menangkap, memenjarakan dan mengasingkan Sutan Siyahrir, Hatta dan pimpinan PNI Barun ke Boven-Digoel dan Banda Neira.

Setelah Indonesia merdeka, pahlawan yang akrab dipanggil Si Kancil ini menjabat sebagai penasihat dan duta besar Presiden Soekarno, serta ketua badan kerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP). Syahrir selalu menyerukan nilai-nilai kemanusiaan dan non-kekerasan. Ia selalu memperjuangkan kedaulatan Indonesia melalui jalur diplomasi. Sutan Siahrir meninggal di Swiss pada 9 April 1966 pada usia 57 tahun.

Di daftar keempat, Komisaris Jenderal Dr. H. Mohamed Jasin dikenal sebagai ‘Bapak Brimob Polri’. Beliau merupakan salah satu pejuang Indonesia di bidang kepolisian. Tindakannya yang paling bersejarah adalah ketika ia mendeklarasikan Pasukan Polisi Khusus Republik Indonesia atau PRI. Dalam aksinya, PRI kerap menyerang tentara Jepang dan merampas senjatanya.

Talk To Crew

PRI yang dipimpin oleh Mohamed Jasin ikut serta dalam peristiwa Bendera Hotel Yamato dan Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Mohammad Jasin meninggal pada 3 Mei 2012 pada usia 91 tahun. Mohammad Jasin dianugerahi penghargaan atas jasanya. Pada tahun 2015, ia menjadi warga negara pahlawan.

Sukarni Kartodiwirjo adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang sangat nasionalis, penuh cinta kasih dan tak kenal takut akan bahaya perjuangan kemerdekaan. Sukarni bergabung dengan kelompok pemuda dan mendesak kelompok lama untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok sekitar tanggal 15 Agustus 1945.

Pasca peristiwa Rengasdengklok, Sukarni mengemban tugas untuk bekerja sama dengan kelompok pemuda lainnya untuk meneruskan pesan kemerdekaan NKRI. Sukarni segera membentuk panitia untuk menyebarkan kabar baik tersebut. Sukarni aktif di dunia politik hingga akhirnya dipenjara karena berperang dengan PKI. Sukarni akhirnya dibebaskan dari penjara pada tahun 1965 dan diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung hingga kematiannya.

Foto copy, sukarni, biodata sukarni, foto produk, biografi sukarni, deposit foto, foto pahlawan sukarni, shutterstock foto, sukarni kartodiwirjo, foto stok, beli foto, tokoh sukarni

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment