Ngasta Tegese

syarief

0 Comment

Link

Ngasta Tegese – ⚫ Bahasa Ngoko merupakan bahasa yang mencakup seluruh bahasa Ngoko, sehingga tidak tercampur dengan kata-kata dalam bahasa normal.

⚫ Bahasa sopan santun adalah bahasa yang perkataannya mengandung keseluruhan bahasa sopan santun dan tidak bercampur dengan bahasa Ngoko, sehingga bahasanya lebih baik dan penuh hormat.

Ngasta Tegese

B.Pathih Aksara Jawa Area Subali Soal Baru di Guakria Mohon bantuannya Bahasa Jawa B Kelas 7 Halaman 12 sd 14 Ada sebuah keluarga di pesisir pantai barat sumatera. Keluarga tersebut memiliki seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang. Itu keluar dalam kondisi yang sangat buruk. Suatu hari Pastor Malin Kundang pergi ke negeri lain. Malin dan ibu mempunyai harapan yang tinggi dan ayah datang keesokan harinya dan mengambil banyak uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Malin Kundang dan ibunya putus asa setelah ayahnya tidak datang menemuinya selama berbulan-bulan. Ketika Malin Kundang beranjak dewasa, dia berpikir bahwa dia akan pergi ke negara lain ketika dia menjadi kaya untuk mencari nafkah. Akhirnya. Malin menaiki kapal dagang bersama nakhoda kapal di sekitar galangan kapal Kundang, itulah hal pertama yang dilakukannya. Selama Malin Kundang menaiki kapal, Malin mendapat banyak ilmu tentang berlayar. Malin belajar bermain game dengan teman-temannya yang ahli dan akhirnya menjadi pandai berlayar. Dia mengunjungi banyak pulau. Hingga saat ini, suatu hari sebuah kapal bernama Malin Kundang diserang oleh bajak laut di antah berantah. Para perompak menjarah semua barang di kapal. Dan para perompak membunuh semua orang di kapal itu. Malin Kundang sangat beruntung tidak meninggal karena Malin bersembunyi di sebuah ruangan kecil yang tertutup hutan saat kejadian itu terjadi. Malin Kundang merasa ada yang tidak beres di tengah laut hingga akhirnya kapalnya terdampar di darat. Dengan sisa tenaga Malin Kundang berangkat ke desa berikutnya. Sesampainya di desa, penduduk desa membantu Malin Kundang. Malin Kundang kemudian menceritakan kajian aslinya. Desa ini merupakan desa yang sangat subur. Akhirnya selama Malin Kundang tinggal disana dengan ketekunan dan ketekunan Malin Kundang dalam bekerja, akhirnya Malin Kundang menjadi seorang yang bahagia dan kaya raya. MAL memiliki banyak kapal dagang dan memiliki lebih dari 100 orang. Setelah Malin Kundang menjadi kaya, ia menikah dengan Malin Kundang. Menurut laporan, Malin bepergian bersama istrinya dengan kapal yang sangat besar dan indah dengan banyak staf dan pembantu. Ketika dia sampai di desa, dia kembali ke negaranya. Ibu Malin Kundang yang setiap hari mendoakan anaknya, melihat sebuah kapal cantik memasuki pelabuhan. Ibunya melihat dua orang laki-laki meluncurkan perahu dan yakin bahwa yang pergi adalah anak Malin Kundang. Ibu Malin Kundang menyambutnya dan lari menuju perahu. Jika dilihat lebih dekat, terdapat luka di lengan kanan pria tersebut, yang mana ibunya lebih yakin adalah anak Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, anakku! Kenapa kamu lama sekali meninggal tanpa memberitahuku?” Kata Ibu sambil memeluk Malin Kundang dengan erat. Namun Malin Kundang melepaskan cengkraman ibunya, ibu marah, “Kamu sendiri tidak tahu, ibu ceroboh,” kata Malin Kundang kepada ibunya. Malin Kundang berpura-pura tidak mengenal ibunya karena malu melihat ibunya yang sudah tua berpakaian kotor. “Apakah itu ibumu?” Bicaralah dengan istri Malin Kundang. Kalau tidak, dia adalah seorang pengemis yang menganggap ibuku telah menafkahiku, jawab Malin Kundang kepada istrinya. Ibu Malin Kundang sangat marah ketika melihat tindakan dan perkataannya yang tidak peduli. Ia tidak menyangka anaknya akan durhaka. Ibu Nugi sangat marah, dan dia menunjukkan tangannya dan berkata: “Wahai rajaku yang agung, jika benar dia adalah anakku, aku bersumpah dia akan berubah menjadi batu.” kata ibunya. Tak lama kemudian, datanglah angin kencang, bergolak dan badai dahsyat menghancurkan seluruh kapal Malin Kundang. Setelah itu, tubuh Malin Kundang perlahan berubah menjadi Gengar, dan akhirnya menjadi batu bahkan disini. Anda akan menemukan 50 kata dalam teks bahasa Sunda. Percakapan bisnis dalam bahasa Jawa

BACA JUGA  Banyaknya Getaran Dalam Satu Detik Disebut

Tantri Basa Kelas 6

Tegese cangkriman, pawiyatan tegese, misuwur tegese, gegayuhan tegese, tegese tembang, mbabar tegese, tegese pawarta, wasis tegese, gawok tegese, tegese, tumpeng tegese, tegese panyandra

Tags:

Share:

Related Post

Leave a Comment